You are currently browsing the tag archive for the ‘warung kopi’ tag.

Alun-alun diambil dari istilah Jawa yang artinya lapangan luas tempat masyarakat berkumpul. Siapa sangka kalau jaman sekarang alun-alun itu tak lagi harus berada di lapangan luas, seperti alun-alun Yogyakarta. Sekarang alun-alun adanya di gedung bertingkat and ber-AC. Kita tidak perlu lagi kipas-kipas, ngelap keringat atau mengusir lalat yang berusaha hinggap di jajanan yang sedang kita makan.

Grand Indonesia Shopping Town, sebuah mall yang terletak di Jl. MH. Thamrin, punya alun-alun sendiri. Terletak di lantai 3 bagian West Mall, Alun Alun Indonesia mewarnai Grand Indonesia dengan sentuhan budaya Indonesia. Toko-tokonya menjual batik dengan berbagai macam gaya busana dan banyak juga dijual buah tangan tradisional  Indonesia. Tak hanya itu, makanan yang dijual pun makanan khas Indonesia.

Warung Kopi contohnya, menjual makanan khas Indonesia yang bukan hanya Indonesia banget tetapi juga enak, walaupun memang harganya bukan untuk semua orang.

Sabtu lalu, 7 Agustus 2010, saya sekeluarga pergi makan di Warung Kopi. Makanan yang kita pesan lumayan banyak, diantaranya, otak-otak, gerontol jagung, kue rangi, tahu guling, nasi uduk komplit, tauge goreng, dan nasi bebek goreng kering.

Pesanan saya pada waktu itu nasi uduk komplit. Nasi uduknya gurih yang dilengkapi dengan ayam goreng, tahu dan tempe goreng, dan telur dadar. Anda bisa memilih bagian ayam mana yang ingin dihidangkan. Kalau saya lebih suka paha dibandingkan dada. Tetapi dari semua lauk-pauk di atas, favorit saya justru tempe gorengnya. Tidak seperti tempe goreng yang biasa saya makan di tempat lain, tempe goreng di Warung Kopi dipotong agak tebal dan dalamnya tidak terlalu kering walaupun luarnya benar-benar kering dan gurih.

Di luar nasi uduk , saya juga sangat menikmati otak-otaknya. Walaupun rasanya tidak nomor satu, tetapi saya sangat suka dengan ukurannya yang kecil dan penampilan yang cantik. Jumlah otak-otak yang dihidangkan pun cukup “manusiawi” sehingga saya bisa menikmati hidangan ini sebagai appetizer.

Untuk minumnya, seperti biasa saya pesan es teh manis. Tetapi kali ini es teh manisnya spesial karena Warung Kopi menggunakan Teh Prendjak. Teh ini enak sekali dengan aroma campuran mawar dan pandan. Aromanya membuat tubuh menjadi relax dan yang pasti rasanya suegerrr.

Kesimpulannya Warung Kopi adalah tempat yang tepat untuk menikmati makanan khas Indonesia. Walaupun Warung Kopi bukan yang pertama dan yang pasti bukan “rajanya” masakan khas Indonesia, tetapi tempat ini patut dikunjungi. Silahkan dicoba nasi uduk komplit, otak-otak, dan es teh manisnya.

****

Advertisements